Lie Vie Ha : Fokus Dulu di Internal
    Pelan namun pasti. Begitu kira-kira filosofi yang digunakan oleh Lie Vie Ha (55), pemilik dari restoran Ita-Suki. Saat pesaingnya jor-joran dalam ekspansi dengan membuka cabang di mana-mana, justru Ita- Suki sebaliknya.
    Boleh di bilang Ita-Suki berkesan sangat hati-hati dalam mengembangkan sayapnya. Padahal aku ibu dua anak Victoria Simansyah dan Veronica Simansyah, sudah banyak yang menanyakan kepadanya bagaimana caranya untuk dapat memperoleh brand Ita-Suki dengan cara membeli franchisenya. Namun semuanya hanya bisa ditampungnya. “Semua kita tampung dulu. Kami sedang melakukan konsolidasi dulu secara internal. Kita pasti akan ekspansi. Saat ini sedang dalam proses ke arah franchise,” paparnya.
    Jika ia hanya berpikir uangnya saja katanya, bisa saja ia terima semua permintaan tersebut. “Kalau saya hanya berpikir uangnya, wah saya udah kaya cepat. Nggak perlu kerja lagi,” kata wanita kelahiran 29 November 1964 ini sambil ketawa. Menurut alumnus pada bidang Computer Science & Business Management dari York University Toronto, Canada, menjual franchise bukan semata-mata uang. “Tapi kita tidak bisa mengesampingkan relationship untuk berteman. Kami ingin mereka yang membeli franchise Ita-Suki merasa puas dan mereka tidak kecewa,” ungkapnya.
    Sama-Sama Senang
    Lie Vie Ha kemudian membeberkan beberapa contoh restoran atau bisnis kuliner yang setelah go public, bukannya tambah maju malah sebaliknya. Satu persatu cabangnya pada berguguran sejalan dengan waktu. “Nah, itu yang coba kami hindarkan. Kami ingin sama-sama maju. Kami sebagai franchisor senang, mereka sebagai franchisee juga turut bahagia,” tegasnya. Ita-Suki selain hadir di Pluit, Jakarta Utara, juga ada di Senayan City, Melawai, dan EX. Dari semua outlet yang dimilikinya, semuanya masih dibawah naungan managemennya. Setiap hari, ia selalu berada di salah satu outletnya untuk standby dan memonitornya. “Jika saya tidak sempat, bisanya saudara-saudara saya yang datang,” pungkasnya.
    Pionir di Pluit
    Ita-Suki berdiri lima tahun yang lalu dengan outlet pertamanya ada di daerah Pluit, Jakarta Utara. Waktu kali pertama beroperasi di Pluit, banyak orang yang menganggap keputusan membuka Ita-Suki di sana sebagai keputusan yang salah. Pasalnya, Pluit dan Muara Karang selama ini dikenal masyarakat sebagai tempat makan yang banyak menyajikan hidangan seafood. Namun pelan namun pasti, ternyata kehadiran Ita-Suki diterima oleh banyak orang. Sebagai restoran yang menyajikan healthy food, sering dianggapkan makanannya tidak enak atau kurang lezat. “Saya ingin merubah image tersebut. “Kami datang ingin memberikan alternatif pilihan dalam bersantap di Pluit dan Muara Karang. Makanan sehat bisa tasty kok. Makanan bisa sehat dan enak,” tegasnya. Disamping itu, keputusan membuka Ita-Suki adalah, mereka ingin membuka lapangan pekerjaan. “Puji Tuhan, kami bisa memberi peluang kepada lulusan SMA dan sarjana untuk bekerja,” kata Lie Vie Ha, yang memiliki sekitar 200 karyawan.
    Kualitas Nomor Wahid
    Awalnya dicibir, kini Ita-Suki dipuji. Kesuksesan Ita-Suki sebagai piornir yang menyajikan healty food, diikuti oleh orang lain dengan membuka usaha yang sama. Disamping Ita-Suki, kini sudah berderet restoran sejenis yang menyajikan hidangan yang sama. Namun bagi Lie Vie Ha, hal itu menjadi tantangan untuk bekerja lebih baik lagi. Mereka tidak mau terlena. Salah satu kiatnya adalah tetap fokus kepada kualitas produk yang mereka jual. “Kualitas senantiasa menjadi fokus dari kami. Kami tidak ingin orang datang dan makan ke sini merasa kecewa,” ujarnya. Untuk itu makanya, untuk menjaga standar dalam hal citarasa, Ita-Suki menerapkan Central Kitchen. Semua bahan-bahan untuk kebutuhan restoran ada di Pluit. “Semua mengambilnya dari Pluit sebelum didistribusikan ke outlet-outlet lain,” paparnya. Selain fokus pada kualitas produk, hal lain yang jadi perhatiannya adalah mereka mulai fokus pada bidang marketing. Diakui olehnya, dalam hal marketing mereka memang masih kurang. “Selama ini dalam bidang marketing kami memang kurang begitu care. Dengan semakin banyaknya kompetitor, kami harus berubah. Marketing akan kami push terus. Ini juga berkaitan dengan rencana kami ke depan agar ita-Suki bisa Franchise” papar istri dari Simon Simassyah.
    administrator, 06-Aug-2009
    Total View : 594
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By