Toge Goreng Racikan Ibu Omah Bogor
    Saat liburan sekolah, kawasan Bogor dan Puncak masih tetap menjadi primadona untuk dikunjungi. Wisata kulinernya ada tempat makan pinggir jalan yang kiranya pantas dikunjungi yaitu toge goreng ala Bogor racikan Ibu Omah (49).
    Toge goreng Ibu Omah adanya di Jl. Jendral Sudirman No. 23 Bogor, yang merupakan salah satu jalan utama di kota hujan. Orang-orang sering menyebutnya sebagai Boper atau Bogor Permai. Selain Ibu Omah, ada juga penjual makanan lainnya di sana seperti siomay, soto mie, dan es sekoteng.
    Ibu Omah menempati salah satu pojok dari komplek Boper. Warung Ibu Omah tidak terlalu besar 3 X 4 meter. Tapi lapangan parkir untuk kendaraan roda empat dan dua cukup luas. Soalnya menyatu dengan lapangan parkir dari sebuah restoran yang sangat terkenal di kota Bogor.
    Pelanggan Warga Jakarta
    Ibu omah sendiri sudah berjualan toge goreng sejak tahun 70-an. Usahanya merupakan warisan dari ayahnya (Alm) H. Ujang. Dulunya H. Ujang berjualan di sekitar PLN sebelum akhirnya pindah ke Boper hingga sekarang. “Ini merupakan generasi kedua,” kata Ibu Omah dengan raut wajah bangga. Ibu Omah berjualan dari pagi hingga sore hari. Selama berjuala selain dibantu oleh beberapa orang karyawannya yang masih memiliki hubungan kerabat, juga dibantu oleh anak paling sulung, Firman (28). Saat liburan seperti sekarang ini, toge goreng selalu menjadi tempat tujuan wisata kuliner dan selalu ramai didatangi orang. Selain warga sekitar yang menjadi pelanggannya, kebanyakan pengunjung adalah warga Jakarta.
    Bumbu Siram Berwarna Merah
    Toge goreng merupakan makanan khas dari kota hujan. Meskiun namanya toge goreng, togenya sendiri tidak digoreng namun direbus denga air panas. Salah satu keistimewaan rasa dari toge goreng racikan Ibu Omah terletak pada bumbu yang disiramkan pada potongan ketupat, tahu, serta toge dan mie kuning. Rasanya segar seperti bumbu asinan Bogor namun sedikit kental. Bumbu dasarnya terbuat dari tauco yang dicampur dengan cabe merah. Makanya, bumbu yang disiram berwarna agak kemerah-merahan. “Warna merah berasal dari cabe merah yang dicampur dengan tauco,” kata Firman. Paduan rasa dari tauco dan cabe merah sangat pas. Selain rasanya segar, bumbu terasa sedikit pedas, dan manis. Seporsi toge harganya Rp 9.000,- Untuk temannya, Anda bisa makan bersama kerupuk mie yang harganya Rp 5.000/3 potong. “Krupuk hanya tambahan saja. Tergantung selera seperti asinan saja dicampur,” ujar Firman.
    Sehari 100 Porsi
    Dalam sehari, Ibu Omah bisa menjual sekitar 100-150 porsi dengan menghabiskan 50 buah ketupat. Apalagi saat liburan panjang, Ibu Omah sering dibuat sibuk. Disamping makan ditempat, beberapa pengunjung juga banyak yang minta dibungkus untuk dibawa pulang. Kalau dibawah pulang, biasanya bumbu siram dipisah dengan ketupat, tahu, toge, dan mie. Soalnya kalau dicampur, mengurangi rasa. Menurut pengakuan Firman, bumbu siram bisa tahan sampai sore. “Saya pun tahunya dari pelanggan yang sering kemari,” papar Firman. Setelah sampai di rumah, bumbu siram ditaruh di lemari pendingin. Jika ingin dimakan, bumbu siram tinggal dipanaskan. “Bumbu tinggal ditaruh diatas penanak nasi,” saran Firman.
    administrator, 25-Jun-2009
    Total View : 799
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By