Sop Kaki Kambing Pak Irwan
    Dari tahun 80 hingga kini kawasan Melawai, Blok M tidak pernah sepi. Terutama pada malam hari. Bahkan makin malam malah makin ramai. Di sana kita bisa menikmati aneka santapan kuliner.
    Saking ramai dan terkenalnya kawasan tersebut, pernah seorang penyanyi mengabadikan nama jalan tersebut dalam sebuah lagu.Tepatnya di Jalan Melawai 11, mulai petang hingga dini hari berjejeran puluhan pedagang makanan. Mulai dari soto, sate, empek-empek, siomay, ayam goring dan masih banyak lagi lainya.
    Diantara pedagang tersebut yang paling banyak menyedot perhatian adalah keberadaan sop kaki kambing dan sate Pak Irwan. Di depan warung miliknya, senantiasa penuh dengan parkiran kendaraan baik roda dua maupun empat.
    Pilih Daging Sesuai Selera
    Penasaran dengan kerumunan orang yang memadati warung sop kambing milik Pak Irwan, Restodb coba mendekat untuk melihat dari dekat keriuhan dari dalam warung. Benar-benar ramai. Tak ada tersisa tempat duduk. Beberapa orang malah rela berdiri. “Kalau ke sini jangan lewat dari setengah sembilam malam, gak bakalan dapat tempat,” kata Edy, seorang pengunjung sop kaki kambing Pak Irwan. Sekarang zaman serba swalayan. Di warung ini, pengunjung bisa memilih sendiri jenis daging yang mereka inginkan. Diantara meja, tersedia beberapa baskom yang berisi aneka daging, paru, kaki, lidah, jantung, dan jeroan daging kambing lainnya.
    Daging Dipotong-Potong
    Selesai memilih jenis daging, daging lalu dipotongkan-potong beberapa bagian oleh karyawan pak Irwan. Di atas daging yang sudah dipotong-potong lalu ditaburi bumbu dan rempah seperti garan, lada, dan sedikit penyedap. Setelah itu potongan daging disiram kuah sop yang panas dengan aroma yang menyeruak wangi. Dibandingkan sop lainnya, sop racikan Bapak Irwan rasanya sangat sedap. “Kuahnya gurih dan kaya akan bumbu-bumbu. Ini yang membedakan dengan sop lain yang pernah saya coba,” pungkas Dahlia, pengunjung lainnya.
    Kuah Sop Putih dengan Susu Kental
    Kuah sopnya tidak berwarna bening melainkan agak putih seperti air susu. Padahal tidak pakai santan kelapa. “ Kuah sop ini tidak pakai santan. Gantinya kami gunakan susu kental,” kata Pak Irwan. Meskipun pakai susu kental, rasa kuah tidak eneg dan over. “Banyak orang yang dulu ragu. Kuatir rasanya enek karena terlalu gurih sebab menggunakan susu kenta. Tapi begitu coba, sebagai mereka berkomentar pada suka,” jelas irwan. Guna rasanya bisa diterima, Pak Irwan mencampurkan dengan peresan jeruk nipis dan bumbu lainnya. Hasilnyya, bau khas kambing (mregus) bisa langsung hilang. “Silakan dimakan makan,” kata Pak Irwan menawari Restodb.com menikmati sop kaki kambing dan sate ayam. Rasanya memang Makyus.
    administrator, 14-Apr-2009
    Total View : 809
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By